Kenali Tari Orek Orek Asli Ngawi

Tari Orek-Orek Ngawi juga menyimpan makna terdalam sebagai warisan budaya

Ngawi juga dikenal sebagai bumi orek – orek. Namun banyak generasi masa kini yang tidak memahami asal usul dan filosofi Tari Orek Orek khas Ngawi. Di antara sekian ribu budaya tari, Tari Orek-Orek dari Ngawi merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan.

Sejarah Tari Orek-Orek

Data yang tercatat dalam sejarah, Tari Orek-Orek mulai dikenal pada tahun 1980-an oleh Ibu Sri Widajati. Akan tetapi, sesungguhnya Tari Orek-Orek sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Tarian yang dimainkan oleh sepasang muda-mudi yang berjumlah antara empat hingga sepuluh orang ini ada untuk mengurangi beban kerja di masa penjajahan. Tidak heran, jika gerakan yang diperagakan begitu dinamis hingga setiap pasang seolah memiliki gerakan sendiri-sendiri.

Zaman dahulu, Tari Orek-Orek ditarikan oleh semua masyarakat sebagai hiburan setelah bekerja rodi untuk membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan. Mereka melepas lelah dengan menari secara bebas. Hingga orang Belanda menyebutnya ‘morak-marik’.

Dari kata ‘morak-marik’ itulah timbul nama baru Tari Orek-Orek Ngawi seperti yang Anda kenal selama ini. Pada zaman sekarang, Tari Orek-Orek digunakan untuk perhelatan atau upacara tertentu pemerintah daerah dengan gerakan yang selaras setiap penarinya. Seperti yang terjadi pada tahun 2014, yang mana Tari Orek-Orek berhasil memperoleh rekor MURI sebab berhasil ditarikan lebih dari 15.000 orang dari pelajar SD hingga SMP tepat di Alun-Alun Merdeka, Kabupaten Ngawi.

Penyajian

Cara penyajian Tari Orek-Orek dilakukan dengan iringan tabuhan gamelan laras slendro. Uniknya, pemain justru mengorek gamelan tersebut ketika memainkannya. Selain gamelan, tarian tersebut juga ditemani suara-suara khas dari kendang, kempul, salon penerus, keprak, bonang barung, gong, bahkan drum. Keharmonisan setiap alat musik menjadi pengiring bagi penari yang bergerak berpasangan.

Busana

Busana pada Tari Orek-Orek Ngawi umumnya berwarna merah dan kuning sebagai simbol yang dekat masyarakat biasa. Fungsi dari pakaian sendiri selain untuk menutup tubuh penari juga untuk memancarkan nilai-nilai kepribadian dari sang penari.

Lebih mendalam lagi, Tari Orek-Orek Ngawi menyimpan makna sebagai nilai kerja keras dari rakyat untuk mencukupi kebutuhan keluarga, simbol kepatuhan pada Tuhan sebagai pencipta, serta keindahan dari setiap gerakan yang tercipta dari para penari.

Nah, kini saatnya Anda untuk mulai melestarikan Tari Orek-Orek Ngawi sebagai warisan budaya yang tidak boleh luntur dengan memublikasikan, mengenal, atau bahkan mempelajarinya. (Redaksi)